tugas takhrijul hadits

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Insya Allah, kali ini saya akan membahas secara singkat tentang kitab yg di tulis oleh AJ Wensinck, kitab itu berjudul "al Mu'jam al Mufahraz li Alfaz al Hadis al Nabawi". Dalam ilmu takhrijul hadits, kitab ini adalah salah satu kitab Akbar yg terkenal. Walaupun penulisnya dari kalangan orang barat. 

Ada dalam sebuah artikel yang menjelaskan tentang kitab tersebut, berikut beberapa kutipan dari artikelnya

"karya AJ Weinsinck yang fenomenal adalah al Mu'jam al Mufahraz li Alfaz al Hadis al Nabawi. Kitab ini berisi tentang kamus hadis yang merujuk pada kitab hadis primer yang masyhur seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan at Tirmidzi, Sunan an Nasa'i, Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Muwattha' Imam Malik yang terdiri dari tujuh marah. Dengan menggunakan kitab Mu'jam ini, pengkaji hadis tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan hadis ( takhrij ) yang diinginkan, karena didalamnya berisi hadis-hadis yang dicari.

Bila dilacak dari aspek historis, gagasan untuk penyusunan kitab Mu'jam ini sudah ada sejak tahun 1916. Latar belakang disusunnya Mu'jam ini pun adalah dampak dari kesulitan-kesulitan yang ditemui oleh para pengkaji hadis, terkhusus di Barat, dalam menemukan dan menghimpun hadis -hadis yang ingin dikaji yang tersebar dalam koleksi kitab-kitab hadis. Walaupun pada kenyataannya, hadis-hadis dalam kitab-kitab hadis telah disusuk sedemikian rupa dalam sub bahsan yang khusus, namun tetap saja para pengkajinya sulit untuk mengumpulkan hadis-hadis tersebut secara kolektif.

Dalam penyusunannya, AJ Weinsinck pun melakukan berbagai usaha untuk merealisasikan megaproyeknya ini. Pertama, ia memperkenalkan gagasan melalui sosialisasi massal kepada dunia akademik internasional. Kedua, ia mengundang para akademisi internasional, sarjana-sarjana barat untuk turut andil dalam penyusunan kitab ini. Ketiga, mengorganisir kerja dalam tim yang ia dapatkan dan ia bentuk untuk mendapatkan sebuah karya yang sistematis. Keempat, melakukan penggalangan dana untuk proyeknya tersebut."

Dari artikel berikut kita bisa mengetahui bagaimana ambisius AJ Wensinck dalam mempelajari keislaman, sekalipun ia sendiri berbeda agama. 

Semoga ambisius kita dalam belajar dan menghasilkan karya-karya pun tak kalah semangat dengan mereka. 


Berikut link artikel yg saya ambil

https://www.asilha.com/2019/11/02/kontribusi-orientalis-a-j-weinsinck-terhadap-keilmuan-hadis-di-dunia-internasional/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surganya Dunia